Selamat Datang di Perpustakaan Nyamuk, Perpustakaan Digital dengan 1001 Pengetahuan : www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

Selamat Datang di Perpustakaan Nyamuk

www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

TEMUKAN KESUKSESAN ANDA DI SINI

www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

Cari Software, Coba Klik di Sini

www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

GRATIS, kumpulan e-book hanya di Perpustakaan Nyamuk

www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

Dapatkan Informasi Terbaru, hanya di Sini

www.perpustakaannyamuk.blogspot.com

Kisah Seorang Raja yang Mati oleh Seekor Nyamuk


Pada zaman dahulu kala, ada seorang raja yang tinggal di timur tengah yang bernama Raja Iskandar Zulkarnain, yang merupakan seorang panglima perang yang gagah berani dan tangguh. Seluruh negeri yang di taklukkannya selalu menyatakan tuntuk dan menyerah. Pedangnya bagaikan memiliki mata, dapat menyerang dan mengarah pada sasaran yang diinginkannya.

Prajurit raja Iskandar Zulkarnain sangat besar dan gagah berani dengan persenjataan yang kuat. Di medan perang , raja Iskandar Zulkarnain, adalah ahli siasat dan memiliki taktik perang yang jitu untuk memenangkan peperangan.

Seperdelapan luas bumi telah dikuasai oleh raja Iskandar Zulkarnain, hingga sampai mendekati India. Pada waktu ia akan menaklukkan negeri itu, ketika ia sedang menyeberangi sungai Hindustan, suatu malam ia dihinggapi dan digigit seekor nyamuk kecil, namun akibatntya amat fatal, raja Iskandar zulkarnain jatuh sakit, menderita demam hebat. Nyamuk yang telah menggigitnya itu telah membawa benih penyakit malaria.

Dari hari ke hari sakit raja Iskandar Zulkarnain makin parah. ketika merasa ajalnya sudah hampir tiba, ia memanggil orang-orang kepercayaannya.


"wahai para pemimpin prajurit dan para sahabatku, jika nanti aku meninggal dunia, masukkanlah jenazahku ke dalam peti mati. Dan buatlah lubang pada kedua sisi peti, kemudian julurkan kedua tanganku keluar melalui lobang itu. Tempatkan peti matiku ke dalam sebuah kereta jenazah yang terbuka, dan araklah kereta itu kembali ke Macedonia dengan perlahan-lahan, agar bangsa-bangsa yang pernah kita taklukkan disepanjang perjalanan dapat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Iskandar yang Agung, yang perkasa, yang selalu menang perang, pada waktunya mati tidak membawa apa-apa. Tak sebungkah emaspun digenggamnya dari harta rampasan yang begitu banyak. Agar para raja, para penguasa, dan para panglima sesudahku kelak tidak akan sombong dengan kekuasaan mereka. Sebab ternyata ujung semua kebesaran serta keagungan adalah kematian, dan manusia tidak berdaya untuk menghindarinya".

Demikian pesan raja Iskandar Zulkarnain yang Agung sebelum menghembuskan nafas yang terahir. Dia yang begitu gagah dan kuat, penakluk semua negeri yang diperanginya, ternyata ia tidak berdaya hanya menghadapi seekor nyamuk yang kecil. Raja Iskandar Zulkarnain dikalahkan Seekor Nyamuk!

Kisah Seekor Nyamuk dan Anak Muda


Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.

Di negeri itu hidup juga seorang janda dengan seorang anaknya yang senang bermain di sekitar istana. Setiap pergi ke istana, ia selalu membawa binatang kesayangannya, seekor nyamuk. Leher nyamuk itu diikat dengan tali dan ujung tali dipegangnya. Nyamuk akan berjalan mengikuti ke mana pun anak itu pergi.

Pada suatu sore, anak itu sedang bermain di sekitar halaman istana. Karena asyik bermain, ia lupa hari sudah mulai gelap. Raja yang baik itu mengingatkannya dan menyuruhnya pulang.

“Orang tuamu pasti gelisah menantimu,” kata raja.
“Baik, Tuanku,” sahutnya, “karena hamba harus cepat-cepat pulang, nyamuk ini hamba titipkan di istana.”
“Ikatkan saja di tiang dekat tangga,” sahut raja.

Keesokan harinya, anak itu datang ke istana. Ia amat terkejut melihat nyamuknya sedang dipatuk dan ditelan seekor ayam jantan. Sedih hatinya karena nyamuk yang amat disayanginya hilang. Ia mengadukan peristiwa itu kepada raja karena ayam jantan itu milik raja.

“Ambillah ayam jantan itu sebagai ganti,” kata raja.

Anak itu mengucapkan terima kasih kepada raja. Kaki ayam jantan itu pun diikat dengan tali dan dibawa ke mana saja. Sore itu ia kembali bermain-main di sekitar istana. Ayam jantannya dilepas begitu saja sehingga bebas berkeliaran ke sana kemari. Ayam jantan itu melihat perempuan-perempuan pembantu raja sedang menumbuk padi di belakang istana, berlarilah dia ke sana. Dia mematuk padi yang berhamburan di atas tikar di samping lesung, bahkan berkali-kali dia berusaha menyerobot padi yang ada di lubang lesung.

Para pembantu raja mengusir ayam jantan itu agar tidak mengganggu pekerjaan mereka. Akan tetapi, tak lama kemudian ayam itu datang lagi dan dengan rakusnya berusaha mematuk padi dalam lesung.

Mereka menghalau ayam itu dengan alu yang mereka pegang. Seorang di antara mereka bukan hanya menghalau, tetapi memukulkan alu dan mengenai kepala ayam itu. Ayam itu menggelepargelepar kesakitan. Darah segar mengalir dari kepala. Tidak lama kemudian, matilah ayam itu.

Alangkah sedih hati anak itu melihat ayam kesayangannya mati. Ia datang menghadap raja memohon keadilan. “Ambillah alu itu sebagai ganti ayam jantanmu yang mati!” kata raja kepadanya.

Anak itu bersimpuh di hadapan raja dan menyampaikan rasa terima kasih atas kemurahan hati raja.

“Hamba titipkan alu itu di sini karena di rumah ibu hamba tidak ada tempat untuk menyimpannya,” pintanya.
“Sandarkanlah alu itu di pohon nangka,” kata raja. Pohon nangka itu rimbun daunnya dan lebat buahnya.

Keesokan harinya, ketika hari sudah senja, ia bermaksud mengambil alu itu untuk dibawa pulang. Akan tetapi, alu itu ternyata patah dan tergeletak di tanah. Di sampingnya terguling sebuah nangka amat besar dan semerbak baunya.

“Nangka ini rupanya penyebab patahnya aluku,” katanya, “aku akan meminta nangka ini sebagai ganti aluku kepada raja!”
Raja tersenyum mendengar permintaan itu. “Ambillah nangka itu kalau engkau suka,” kata raja.
“Tetapi, hari sudah mulai gelap!” kata anak itu. “Hamba harus cepat tiba di rumah. Kalau terlambat, ibu akan marah kepada hamba. Hamba titipkan nangka ini di istana.”
“Boleh saja,” ujar raja, “letakkan nangka itu di samping pintu dapur!”
Bau nangka yang sedap itu tercium ke seluruh istana. Salah seorang putri raja juga mencium bau nangka itu. Seleranya pun timbul.

“Aku mau memakan nangka itu!” kata putri berusaha mencari dimana nangka itu berada. “Kaiau nangka itu masih tergantung di dahan, aku akan memanjat untuk mengambilnya!”

Tentu saja putri raja tidak perlu bersusah payah memanjat pohon nangka karena nangka itu ada di samping pintu dapur. Ia segera mengambil pisau dan nangka itu pun dibelah serta dimakan sepuas-puasnya.

Kita tentu dapat menerka kejadian selanjutnya. Anak itu menuntut ganti rugi kepada raja. Pada mulanya raja bingung, tetapi dengan lapang dada beliau bertitah, “Ketika nyamukmu dipatuk ayam jantan, ayam jantan itu menjadi gantinya. Ketika ayam jantan mati karena alu, kuserahkan alu itu kepadamu. Demikian pula ketika alumu patah tertimpa nangka, nangka itu menjadi milikmu. Sekarang, karena putriku menghabiskan nangkamu, tidak ada jalan lain selain menyerahkan putriku kepadamu.”
Putri raja sebaya dengan anak itu. Akan tetapi, mereka belum dewasa sehingga tidak mungkin segera dinikahkan. Ketika dewasa, keduanya dinikahkan. Raja merayakan pesta secara meriah. Setelah raja meninggal, anak itu menggantikan mertuanya naik takhta. Ibunya juga diajak untuk tinggal di istana.
dongeng [dot] org

Kisah Giarti dan Seekor Nyamuk


Seorang anak perempuan bernama Giarti, tidak juga bisa tidur malam itu.

Giarti mengeluh, “Ufft..nyamuknya banyak banget, sih.. udah pake lotion, Cuma tahan beberapa jam. Pake selimut, kurang ampuh juga.. pake semprotan nyamuk, masih banyak juga. Nggak berperasaan banget, sih nyamuknya..”

Mendengar keluhan itu, Allah Yang MahaPengasih pun mengabulkan doa si anak tadi. Karena doa tadi dianggap doa orang yang terdzolimi… maka Allah pun memberikan nikmat berupa perasaan dan akal pada nyamuk. Ingat, hanya pada nyamuk..!

Simaklah kisah para nyamuk pasca pengabulan doa tadi.

Kisah 1,
Giarti yang tadinya sebel sama nyamuk, sekarang mulai tertarik dengan kelakuan para nyamuk yang lucu bin aneh. Maklum, Giarti ni mahasiswi psikologi, jadi suka ngamatin perilaku yang aneh-aneh gitu. Meskipun nggak mengerti bahasa mereka, Giarti bisa memaknai gerak-gerik si nyamuk dalam kesehariannya. Ada seekor nyamuk yang unik dan menarik perhatiannya. Akhirnya mereka bersahabat. Nyamuk itu sangat menghargai Giarti, sebagaimana Giarti menghargainya. Luar biasa, seekor nyamuk kecil, mendapat perhatian lebih dari seorang manusia. Lalu suatu hari si nyamuk berkata pada rekan nyamuk lain, “aduh, aku nggak mau ah, ngisep darah si Giarti. Dia kan sahabat aku. Lagian dia cakep, aku suka deh ngeliatin wajahnya yang cute itu.”

Kisah 2:
Dalam perjalanan pulang ke kandang, dua ekor nyamuk jantan sedang bercakap cakap. Dari penampilan mereka, sepertinya mereka tipe nyamuk metroseksual. Salah satunya bercerita, “Eh, bro.. tau, nggak? Tadi waktu lagi terbang nyari darah segar, aku ketemu cewek cantik en seksi, bo. Aduh, nggak kuat deh aku mau nge gigitnya.. sampe sekarang masih kebayang ama tu cewek.. besok gua sempetin mampir di kamarnya lagi, ah..” lalu mereka berdua tertawa nakal bersamaan, “hihihi…”

Kisah 3:
Di sebuah tempat perburuan darah manusia, seekor nyamuk melakukan aksinya. Nah, saking semangatnya ngisep darah anak orang, nyamuk ini sampe lupa daratan. Dia lupa kalo 1/3 perutnya juga perlu diisi udara. Kalo nggak, dia bakalan jadi kayak anak lembu kekenyangan yang jalannya megal megol, miring miring nggak stabil.. karena lupa daratan, pandangan matanya jadi nggak jelas saking ngantuknya. Nggak sengaja nyamuk tadi nabrak tembok en jatuh ke bawah. Lebih naas lagi, dia baru nyadar kalo itu adalah tembok kamar mandi dan dia terjatuh di bibir bak mandi. Walhasil, tubuhnya jadi basah kuyup oleh air. Si nyamuk berkata dalam hati, “Waduh, gaswat dah gue. Belum juga tobat karna banyak maksiat, udah di ambang pintu kematian gini. Tolong aku dong..somebody help me.. save my life, pliss…”.

Lalu tertatih tatih dia menyeret tubuhnya menjauhi daerah genangan yang basah. Nyeret perut gendut nya aja dah berat, apalagi ditambah kondisi basah, bikin badannya nempel en susah buat digerakin. Aduh.. bener-bener naas dah nasib tu bocah *eh, nyamuk maksudnya. Semenit..sejam.. nyawanya udah tinggal ditarik aja tuh ama malaikat Izroil dah. Trus berdoa deh tuh nyamuk, “Ya Allah, aku masih punya anak bini yang kudu kunafkahi.. aku masih punya utang yang belum aku bayar.. masih ada amanah yang juga harus kuselesaikan. Kayaknya aku nggak siap mati sekarang, deh. Beri aku kesempatan hidup lagi, ya Robb..”

Nah tak disangka, kemudian datanglah seorang gadis yang menaruh iba pada nyamuk kegendutan yang terjatuh di bibir kolam itu. Dengan lembut dan hati-hati, diambillah nyamuk tadi dengan tangannya yang kering, lalu diletakkanlah di atas bagian atas tembok yang masih kering. Tanpa banyak berkata, lalu gadis tadi meninggalkan si nyamuk.

Setelah mengucap hamdalah beratus-ratus kali, nyamuk tadi pun membuat azzam dalam dirinya, “wahai angin, wahai tanah, wahai tembok, dengarlah..! hari ini nyawaku telah ditolong oleh manusia. Dan aku berjanji akan membalas baik budinya. Tapi aku hanyalah seekor nyamuk kecil yang lemah. Tak banyak yang bisa kulakukan. Maka mulai hari aku berjanji..! aku tidak akan makan darah manusia lagi..! aku tidak akan menyakiti mereka lagi..!!”..

Nah, trus sekarang balik lagi ke Giarti.

Masih inget Giarti? Dari tetangga, kawan dan keluarga Giarti, dia banyak mendengar kisah lucu tentang para nyamuk. Semakin hari, cerita-cerita aneh dan lucu tentang kelakuan nyamuk semakin sering terdengar di telinga Giarti.

Suatu hari, Giarti terlibat pembicaraan serius dengan temannya,

Teman Giarti: “eh, menurut lo, knapa sih manusia disuruh sholat, zakat, puasa, dll. Sedangkan kucing, nggak. Anjing, juga nggak”

Giarti: “kata ustadzah ku, karena manusia dikaruniai akal dan hati, kawan. Makanya manusia disebut mukallaf atau yang diberi pembebanan. Pembebanan itu berupa kewajiban untuk melaksanakan kwajiban syari’at islam, sebagai konsekuensi logis dari nikmat akal dan hati yang dikaruniai kepadanya.”

Teman Giarti: “wah, kalo gitu, nyamuk kan sekarang juga pada udah bisa mikir, kalo nyamuk juga punya akal dan hati, brarti mereka juga mukalaf, dong,,?”

Giarti: “iya, yah. Berarti mereka juga harus sholat, puasa, zakat, mensucikan diri, dll gitu ya..?”

Teman Giarti: “ah, kok kita jadi nebak-nebak nggak jelas gini, sih. Dari pada bingung, mendingan langsung kita Tanya ama ustadzah aja, yuk..”



Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (Al-Baqoroh ayat:26)

adistyapratiwi

Belajar dari Seekor Nyamuk


Di suatu tempat hidup seekor nyamuk yang sedang bergiat mencari makanannya. Seperti yang kita ketahui bahwa makanan nyamuk adalah darah manusia. Nyamuk suka menggigit darah manusia untuk di jadiin makanan atau nutrisi untuk dirinya.
Nyamuk ini pergi ke sebuah rumah dan mulai untuk menggigit orang di rumah itu. Yang namanya ada nyamuk pasti kita sebagai manusia tidak suka, karena itu jika ada nyamuk di depan kita pasti dengan sigap kita bersiap-siap untuk memukul nyamuk tersebut, tapi dengan lihai nya dengan kecepatan dan reaksinya yang bagus nyamuk menghindari serang yang di tujukan ke pada dirinya.
Akhirnya dengan bersusah payah dan berjuang sekuat tenaga, nyamuk berhasil menghinggap kulit orang tersebut dan mulai menusuk kan tusukannya untuk mengambil darah, selagi enak menghisap, ada rekasi dari orang yang di hisap nyamuk tersebut dan ada serangan buat nyamuk itu, dan dengan cepat nyamuk itu mengindar, padahal dia belum puas menghisap darah orang tersebut, dan akhirnya nyamuk mencari mangsa yang lain.
Tapi apakah nyamuk itu sadar bahwa mereka itu adalah salah satu makhluk hidup yang di berikan umur yang pendek di dalam hidup ini, rata-rata umur nyamuk hidup adalah 2 minggu sampai 1,5 bulan. Dengan waktu yang sesingkat itu nyamuk dengan sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan nya, berjuang keras agar apa yang di penuhinya tersedia. Bekerja keras untuk mendapatkan darah walaupun banyak halangan yang menimpanya.
Coba kita bandingkan sama kita manusia, kita d beri umur yang cukup sampai saat ini, sudah berapa tahun kita berada di dunia ini, tapi apakah kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa yang harusnya kita butuh kan, apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan. kita harus berkaca kepada diri sendiri.
Belajar dari alam,karena alam itu merupakan sumber ilmu

Kisah Seorang Raja yang di Kalahkan oleh Seekor Nyamuk


Kisah Islamiah hadir sebagai santapan religi saat sahur Anda semua.
Kali ini dengan kisah yang tak kalah menarik, tentang Raja Namrud dan seekor nyamuk.
Sebenarnya seluruh kerajaan yang ada di alam semesta ini, baik yang dipimpin oleh manusia, jin atau yang lainnya adalah di bawah kekuasaan Allah SWT.
Karena kerajaan Allah SWT tidak terbatas luasnya.

Hal ini seperti terlihat dalam Al Qur'an, Surat Ali Imran ayat 26 berikut ini.
Allah SWT berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

Artinya:
Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Seperti kisah berikut ini, rasanya tak pantaslah sifat sombong itu tumbuh di antara kita semuanya.


Kisahnya.
Raja Namrud adalah seorang raja yang hidup pada masa Nabi Ibrahim as. Karena kekuasaan yang ia miliki, Raja Namrud menjadi seorang raja yang zalim dan sombong.

Bersamaan dengan itu, Allah SWT mengirimkan seorang malaikat dalam wujud burung.
Namun, Raja Namrud akhirnya membunuh burung tersebut dengan anak panahnya hingga berdarah kemana-mana.
Setelah mengetahui bahwa panahnya itu berhasil, Raja Namrud menjadi bersuka cita dan berpaling dengan berkata sombong.
"Akulah raja segalanya, aku telah berhasil membunuh Tuhan di surga," ucap Raja Namrud.

Walhasil,
Raja Namrud pun menjadi semakin sombong dan kezalimannya menjadi-jadi, bahkan tak berperikemanusiaan lagi. Maka, untuk menunjukkan kekuasaanNya, Allah SWT kemudian mengirimkan seekor makhluk yang lemah kepada Namrud.

Nyamuk.
Seekor hewan yang sangat lemah telah turun.
Allah SWT akan menunjukkan bahwa meskipun nyamuk itu adalah makhluk yang lemah, akan tetapi dia lebih kuat daripada Raja Namrud.

Akhirnya, Namrud pun jatuh sakit dan sakitnya semakin bertambah parah.
Bahkan ia tidak dapat tidur jika kepalanya belum dipukuli oleh para pelayannya.
Ketika nyamuk itu selesai memakan otaknya, bagian depan kepala raja namrud menjadi terbuka, dan keluarlah seekor binatang besar dari dalam kepalanya.
Raja Namrud pun menjadi binasa.

Itulah sedikit kisah dari seekor nyamuk.
Sebagai renungan saja, tak patut manusia menyombongkan dirinya.
Masa lalu, tak pantas seorang insan melupakan masa lalu. Kalau tidak diingatkan dengan masa lalu seperti kisah ini, tentulah manusia akan semakin sombong. 

Sejarah Singkat Kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW


Di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya,lahirlah ke dunia dari keluarga yang sederhana,di kota Mekah,seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia.Bayi itu yatim;bapaknya yang bernama Abdullah meninggal kurang lebih 7 bulan sebelum beliau lahir.Kehadiran bayi itu di sambut oleh kakeknya Abdul Muththalib dengan penuh kasih sayang dan kemudian bayi itu di bawanya ke kaki ka'bah.Di tempat suci inilah bayi itu di beri nama Muhammad.Suatu nama yang belum pernah ada sebelumnya.Menurut penanggalan para ahli,kelahiran Muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun 571 M.


Adapun sebab di namakan tahun kelahiran Nabi itu dengan tahun Gajah,karena pada tahun itu,kota Mekah di serang oleh suatu pasukan tentara orang Nasrani yang kuat di bawah pimpinan Abrahah,gubernur dari kerajaan Nasrani Abessinia yang memerintah di Yaman,dan mereka bermaksud menghancurkan Ka'bah.Pada waktu itu Abrahah berkendaraan Gajah.Belum lagi maksud mereka tercapai,mereka sudah di hancurkan oleh Allah s.w.t.dengan mengirimkan burung ababil.Oleh karena pasukan itu mempergunakan gajah,maka orang Arab menamakan bala tentara itu pasukan bergajah,sedang tahun terjadinya peristiwa ini di sebut tahun Gajah.


Nabi Muhammad s.a.w.adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy yang berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza'ah atas kota Mekah.Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim bin Abdumanaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah dari golongan Arab Banu Ismail.Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdumanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah,di sinilah silsilah keturunan ayah dan ibu Nabi Muhammad s.a.w.bertemu.Baik keluarga dari pihak bapak maupun dari ibu keduanya termasuk golongan bangsawan dan terhormat dalam kalangan kabilah-kabilah Arab.


Sudah menjadi kebiasaan pada orang-orang Arab kota Mekah,terutama pada orang-orang tergolong bangsawan,menyusukan dan menitipkan bayi-bayi mereka kepada wanita badiyah (dusun di padang pasir) agar bayi-bayi itu dapat menghirup hawa yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit kota dan supaya bayi-bayi itu berbicara dengan bahasa yang murni dan fasih.Demikianlah halnya nabi Muhammad s.a.w. beliau di serahkan oleh ibunya kepada seorang perempuan yang baik,Halimah Sa'diyah dari Bani Sa'ad kabilah Hawazin,tempatnya tidak jauh dari kota Mekah.Di perkampungan Bani Sa'ad inilah Nabi Muhammad s.a.w di asuh dan di besarkan sampai berusia lima tahun.